Kamis, 12 Februari 2015


 RANCANG BANGUN JARINGAN

ALAT DAN BAHAN UNTUK MEMBUAT JARINGAN

                              ALAT DAN BAHAN PEMBUTAN JARINGAN LAN

Personal Komputer (PC)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiycSt7Wol_MKlj4M2Ezn_ibtsJY2asAo9_A3ZTocWmftOMVH-7DBnEKMf8qptvSiX7ExeOoQhFlGpBKO1s55_HVUVGJIl8m8bKOwnshYdFs1oib4V8u3z4pprMAX_B4AepRF_F5UbMZwTL/s1600/ThinkCentre_A57e_01.jpg
Tipe personal computer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat.

Tang Crimping 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifyP0bnPR7D9nAKImv9cWhKuBjEPVoAL3cyvfSS_-2REenDwuHO0Z_chJHqG3_6EVkTd9bd57FEIyD7BiCTMyoCu_QWCsqC2yG0r1ye54Jf6iMqZwqz35HDIyuq5MlraBbbIA7z-q8vHh2/s1600/tang+crimping+double-500x500.jpg
Tang krimping adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja. Contoh gambarnya seperti ini.

Fungsi Tang Crimping:

    Memotong kabel
    Melepas pembungkus kabel
    Memasang konektor

Kabel UTP
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji1cj2Sp7gIKEsRloIgNj5S6fzOLU3e9_KX1ss8clEsq71kcojJBJYNbF3R_P49KT3rVvp2RVrJyEAkaEZqHEWcRNbujcXafJFBHw1L7m9U5iZyRhIxO6pPtKYAbVKuTIoRff9ac3n6yrY/s1600/kabel-utp.jpg
Unshielded Twisted-Pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang murah, kinerja yang ditunjukkannya juga relatif bagus



Karakteristik Kabel UTP:

    PELINDUNG INTERFERENSI : Tidak Ada
    MAKS. BANDWITH : 100 Mbps
    MAKS. KABEL : 100 Meter
    SOKET : RJ-45 (RJ = Registered Jack)
    BIAYA : Murah
    TOPOLOGI FISIK : Star, Extended Star, Tree
    INSTALLASI : Muda

Pengertian Kabel Straight:
        Kabel Straight digunakan pada saat ingin menghubungkan antara computer dan hub ataupun sebaliknya.Dengan kata lain metode ini digunakan ketika kita akan menghubungkan 2 komputer ataupun lebih,tapi melalui perantara seperti hub ataupun switch.

Pengertian Kabel cross:
Kabel Cross kabel ini berbeda dengan Kabel Straight  biasanya di gunakan untuk jaringan point to point atau hub pc ke pc secara langsung tanpa melewati media lain. dan antara urutan kabel pada ujung satu dengan ujung yang lain berbeda.

JENIS-JENIS KABLE UTP
Kabel UTP jenis CAT5
Kabel kategori 5 dipilih menjadi standar kabel UTP semenjak pertama kali kabel UTP populer dan digunakan untuk aplikasi komunikasi jaringan/data. Kabel CAT5 biasanya terdiri dari empat pasang kabel. Kabel ini diperuntukkan bagi aplikasi data hingga 100MHz. Tapi, meski kabel data UTP umumnya dinamakan “kabel CAT5″, Jangan keliru antara CAT5 dengan CAT5E. Kabel CAT5 sangat identik dengan kabel CAT5E kecuali bahwa kabel CAT5E memiliki standar keseragaman dan kerapatan lilitan pasangan kabel yang lebih tinggi.

Kabel UTP jenis CAT5E
Kabel Kategori 5E adalah standar industri baru untuk instalasi kabel data UTP. Kabel ini biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel. Rating bandwidth kabel CAT5E adalah 100Mbps, namun bandwith maksimalnya bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang ketat. Saat ini CAT5E adalah standar baru untuk semua konstruksi kabel UTP. Oleh karenanya saat ini kabel CAT5E sudah tersedia secara luas dengan kualitas yang lebih tinggi daripada CAT5 dengan harga dasar yang hampir sama seperti CAT5. Bahkan beberapa perusahaan sudah menghentikan penggunaan kabel CAT5 dalam instalasi jaringan mereka.

Kabel UTP jenis CAT6
Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini identik dengan CAT5E namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga CAT6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi jaringan 1000Mbps atau Gigabit LAN, tak ada pilihan lain, kabel UTP tipe inilah yang harus digunakan.      
   

Kabel Coaxial:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWJtEP-d8xuKDY796_0ehtdwXTkfBgEN-r8LT-aSfo11_-JJGIydTjcm_fkpARW75BmOX3T5I2lysRZMILBK4mq5j7x8DYnEeTaGZwQrbU5hVTdU1xLsjQpWN2WQ_pKtL02QukzEWVwVgz/s1600/x.jpg
Tampilan fisik kabel ini terdiri dari kawat tembaga sebagai inti yang dilapisi oleh isolator dalam lalu dikelilingi oleh konduktor luar kemudian dibungkus dengan bahan semacam PVC sebagai lapisan isolator paling luar. Untuk penggunaan kabel coaxial ini sudah jarang digunakan karena pada umumnya orang membangun jaringan komputer dengan kabel twisted pair.

Kelebihan menggunakan kabel Coaxial adalah :
·         Fleksibel, mudah dipakai untuk instalasi dalam ruangan.
·         Dapat langsung dihubungkan ke komputer menggunakan konektor BNC.
         
Spesifikasi teknis dari kabel ini adalah :
·         Mampu menjangkau bentangan maksimum 185 meter.
·         Impedansi Terminator 50 Ohm.

Kabel Fiber Optic
 Kabel Fiber optic adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat daripada kabel biasa, biasanya fiber optic digunakan pada jaringan backbone (Tulang Punggung) karena dibutuhakan kecepatan yang lebih dalam dari jaringan ini, namun pada saat ini sudah banyak yang menggunakan fiber optic untuk jaringan biasa baik LAN, WAN maupun MAN karena dapat memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena fiber optic ini menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya dan sudah barang tentu kecepatan cahaya tidak diragukan lagi namun untuk membangun jaringan dengan fiber optic
dibutuhkan biaya yang cukup mahal dikarenakan dibutuhkan alat khusus dalam pembangunannya.

Konektor
Konektor digunakan sebagai sarana penghubung antara kabel dengan colokan NIC (Network Interface Card) yang ada pada komputer Anda. Jenis konektor ini disesuaikan dengan tipe kabel yang digunakan misalnya Konektor RJ-45 berpasangan dengan kabel UTP/STP, konektor BNC/T berpasangan dengan kabel coaxial dan konektor ST berpasangan dengan kabel fiber optic.

Konektor  RJ-45
Konektor RJ-45 adalah kabel Ethernet yang biasa digunakan dalam topologi jaringan komputer LAN maupun jaringan komputer tipe lainnya. Konektor RJ-45 ini memiliki konfigurasi tiga macam, sesuai dengan perangkat yang ingin dihubungkannya menggunakan kabel UTP 5 E.

Konektor MJ
Adalah konektor yang dapat menghemat tempat, kabel dan dapat dihubungkan dengan konektor RJ-45
Konektor ini dapat dipasangkan pada didinding seperti pada halnya lubang cok pada dinding.

LAN Card / Modem
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDWnec-LLSjdWs98NUvHBlU-la79UpsNGeyizoNsmsviZtd1-VU4EPwPBdFqGXPw_mM2OtbMq8f8KfJpuCutKSdCEeVYairIHB_2Aaxu6toYzpR5DBZqlyvbZ6lymkYTtEJ26cAScdwyyj/s1600/lan+card.jpg
LAN Card (Kartu Jaringan) adalah adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Modem adalah singkatan dari modulator-demodulator yaitu alat yang digunakan untuk menghantar dan menerima data dari sebuah PC ke PC lainnya melalui kabel telephone.

 Tester
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiD_oX3K8AWqB9ODV5sWNNZd3iIQobwJSI8SiAuR4VA1021Pu3qFDFB-sgV9pNEaa3x2SGwoZWX_XC-Qep7cyFTweapypAHrojpC1H-dw3Wyq6nKw4xoeWwvpxMGbbZChaqwtJCac4gNN2G/s1600/LAN+tester+RJ45nRJ11_nengshou-500x500.jpg
Digunakan untuk menguji hasil pemasangan kabel sudah benar atau belum.
Cara Mengecek Kabel Jaringan dengan Tester
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengetahui kabel jaringan masih bagus atau sudah ada yang putus adalh sebagai berikut :
1.Siapkan tester dan pastikan bahwa baterai yang ada di dalam tester masih bisa digunakan.
2.Siapkan kabel jaringan yang akan kita test.
3.Sambungkan ujung kabel jaringan pada tester lalu ujung yang satunya juga disambungkan ke tester.
4.Setelah kedua ujung tersambung. Nyalakan tester dengan cara menekan tombol on pada tester.
Perhatihkan lampu-lampu yang ada pada tester. Lampu-lampu itu akan menyala secara bergiliran. Jikasemua lampu menyala dengan bagus maka kabel jaringan masih bagus dan jika lampu ada yang tidak menyala maka kabel jaringan ada yang putus dan harus diganti.

Hub

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0yh4DVjfNNA5t-w-cO4QAxAKA_tmmKjIXEV_ogeHIUzxGwny3icZYRrafh9sYYXXEDRbcyKb1kMda85DBVVp9e81lx8zsecoBgbBAxxBTf6wkQQpQLd5iIGucnyMCuxIesPvYesUZNeZm/s1600/network-ethernet-hub.jpg
Hub adalah komponen jaringan komputer yang memiliki colokan (port-port), jumlah portnya ini mulai dari 8,16, 24, sampai 32 port. Pada umunya hub digunakan untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lainnya. Dengan kata lain Hub sama halnya seperti sebuah jembatan yang dapat menghubungkan beberapa kota atau provinsi.

Switch
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy8fInRTU14mtWZH9qobGEY6P3_W4UljrLcYSrNCl7bmqo7JVH4fitqGTYtlFX-HDpsMRDasQN2hiqk6HYdkChWT8s5eyKmeCBp73R5p-FRurkDUYS97os94U8VI0q7qsRQKxUaZW0SAL1/s1600/Switch.jpg
Switch pada prinsipnya sama dengan hub bedanya switch lebih pintar daripada hub karena mampu menganalisa paket data yang dilewatkan padanya sebelum dikirim ke tujuan. Selain itu switch juga memiliki kecepatan transfer data dari server ke workstation atau sebaliknya.

Switch adalah komponen jaringan yang di gunakan untuk menghubungkan beberapa HUB untuk membentuk jaringan yang lebih besar atau menghubungkan komputer2 yang mempunyai kebutuhan bandwidth yang besar. Switch memberikan unjuk kerja yang jauh lebih baik dari pada HUB dengan harga yang sama atau sedikit lebih mahal.

Switch terbagi dalam 2 tipe utama: switch layer-2 dan layer-3. Switch layer-2 beroperasi pada layer data-link model OSI dan berdsarkan terknologi bridging. Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan pada alamat MAC. Switch layer-2 dapat digunakan untuk memecah jaringan yang sedang berjalan ke dalam collision domain yang lebih kecil untuk meningkatkan unjuk kerja.

Switch layer-3 beroperasi pada layer-3 dari model OSI dasar teknologi routing. Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan alamat jaringan. Switch-switch ini dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda di dalam suatu internetwork. switch layer-3 kadang-kadang di sebut Switch routing atau switch multilayer.

Repeater
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTuWQXMuL3JkU0B_9-eW6PLifrh_rviu00NsRFA_sC5NNeYX2P5oSLO3sV5lY49MfrxYXvbMLOUVtXz4Qr3Sdbbh1lQVYTSYu4ukgG773JrA25Dh1m5v8HntQLS6RTtWopTu0zYgNvwM2K/s1600/repeater2.jpg
Repeater adalah sebuah komponen yang berfungsi memperkuat sinyal. Sinyal yang diterima dari satu segmen kabel LAN ke segmen LAN berikutnya akan dipancarkan kembali dengan kekuatan sinyal asli pada segmen LAN pertama sehingga dengan adanya repeater ini, jarak antara dua jaringan komputer dapat diperluas

 Router


Router memiliki kemampuan untuk menyaring atau menfilter data yang lalu lalang di jaringan berdasarkan aturan atau protocol tertentu. Sama seperti hub/switch, router juga dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan seperti jaringan model LAN, MAN, bahkan WAN

.Modem
Modem adalah singkatan dari modulator demodulator. Modem ini berfungsi untuk mengubah sinyal digital computer menjadi sinyal analog yang dapat di kirim lewat jaringan telephon atau sebaliknya.

Modem digunakan sebagai penghubung jaringan LAN dengan internet. Dalam melakukkan tugasnya, modem akan mengubah data digital kedalam data analog yang bisa dipahami oleh kita manusia ataupun sebaliknya.

Ada dua jenis modem yaitu :

1)        Modem Internal
        adalah modem yang di pasang langsung ke mainboard computer. Keuntungan menggunakan modem internal adalah harga lebih murah tetapi kesulitannya untuk memasangnya dan memindahkannya harus membongkar casing(computer).

2)        Modem eksternal
         adalah modem yang terpisah dengan computer. Keuntungan pengguna modem eksternal adalah pemasangannya lebih gampang. Kelemahannya yaitu harganya lebih mahal.

UPS

Adalah alat yang berfungsi sebagai back up tegangan alat listrik sekaligus menstabilkan tegangan.

Satelit (VSAT)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMmp3LNG80rRSR7WBuff5120mQps8t2ZU_7BhqPPpf5Y-W_d661rLbo20m5x6P3WdbU-FQhXZZ7I41dVjPn_xOnmqsaJ0OAaJPfQU4oEWXIqEiTu3i4hhGklCBR_aulhyphenhyphenChRgmAURdNxIG/s1600/VSAT1.JPG
VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah pilihan bagi mereka yang berada di tempat terpencil dan membutuhkan koneksi Internet dimana tidak ada infrastruktur lain seperti leased line, ADSL, ISDN, bahkan tidak juga telepon. VSAT berbentuk seperti piringan yang berukuran besar dan menghadap ke langit. Dengan peralatan ini maka sinyal digital diterima dan dikirimkan ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi.

Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, katakanlah di atas Monas, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.

PRO DAN KONTRA
  Keunggulan VSAT:
      Pemasangannya cepat.
      Tersedia di seluruh wilayah Indonesia.
 Kekurangan VSAT:
      Koneksinya relatif lambat.
      Memakan tempat, terutama untuk piringannya.
       
Obeng

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTR6f14hrceFgGmUGS4Qe3CzXZZXkCgFLqeDfozEgYtN-JvxBghSv2uMkOP2m41ouM9A8CAaD2oFdoi9rbsNqLZsQsZu01z5JGT0jxDmdKx8ckBCHxoHdRZLF_GcDO4GBE0uL1Du2AE27M/s1600/obeng.png
Kita membutuhkan obeng agar dapat membuka pc dan memasangkan LAN Card pa pc yang memiliki LAN card

Cat sixs
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAjowAUDRCAojpY7MKqUDrP2N9dRWZfaDYW2fziB7T-A4-W7h7TNHvA0hoCywk-2UFlKK99WSn2RRmgECpp1Ui56x0TISrwBC1DoYBIGgeZDcMfQNVIauGMAszB2Fe1bJtXB2Op9jICR4S/s1600/a.jpg
 Adalah alat untuk memasangkan dan mlepaskan kabel UTP pada Modular Jac(MJ) ,alt ini dapat juga untuk menandai kulit bagian luar kabel UTP agar nantinya dapat langsung dilepaskan

cara pemasangan kabel stright dan cross over
Kabel UTP Tipe Straight
OK. Sekarang saya kan bahas cara pemasangannya. Yang pertama adalah cara memasang kabel UTP tipe straight. Untuk itu, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Kupas ujung kabel sekitar 1 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.
  2. Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.
  3. Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.
  4. Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:
  • Orange Putih pada Pin 1
  • Orange pada Pin 2
  • Hijau Putih pada Pin 3
  • Biru pada Pin 4
  • Biru Putih pada Pin 5
  • Hijau pada Pin 6
  • Coklat Putih pada Pin 7
  • Coklat pada Pin 8.
Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.
5.  Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang             crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.
Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.
Kabel UTP Tipe Cross
Cara memasang kabel UTP tipe straight sudah saya jelaskan tadi. Sekarang saya bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe cross. Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan warna kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:
  • Orange pada Pin 1
  • Orange Putih pada Pin 2
  • Hijau pada Pin 3
  • Biru pada Pin 4
  • Biru Putih pada Pin 5
  • Hijau Putih pada Pin 6
  • Coklat Putih pada Pin 7
  • Coklat pada Pin 8.
Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapaun susunan warnanya adalah sebagi berikut:
  • Hijau Putih pada Pin 1
  • Hijau pada Pin 2
  • Orange Putih pada Pin 3
  • Biru pada Pin 4
  • Biru Putih pada Pin 5
  • Orange pada Pin 6
  • Coklat Putih pada Pin 7
  • Coklat pada Pin 8.
Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua.
Demikian tutorial cara memasang kabel UTP tipe straight dan tipe cross. Semoga bermanfaat bagi Anda. Apabila Anda menemukan kesalahan pada artikel ini mohon dikoreksi melalui kotak komentar. Terima kasih.
Melakukan konfigurasi jaringan
A.      SEKILAS TENTANG KONFIGURASI SISTEM JARINGAN KOMPUTER
Sebelum membahas tentang bagaimana melakukan konfigurasi sistem jaringan komputer, terlebih dahulu diketahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan jaringan, jaringan komputer, sistem jaringan komputer.
Sebuah Jaringan merupakan rangakain dari dua atau lebih komputer yang saling dihubungkan/berhubungan dengan tujuan untuk berbagi sumberdaya seperti berbagi fungsi printer, CD-ROM, mengirim dan menerima file atau bahkan berkomunikasi secara elektronik, semisal e-mail atau messagging. Hubungan antar komputer dalam suatu jaringan dapat dengan menggunakan kabel, saluran telepon, gelombang radio, komunikasi satelit atau menggunakan sinar infra merah.


Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:
• Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk.
• Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting.
• Akses informasi: contohnya web browsing.
Secara sederhana Sistem Jaringan Komputer adalah gabungan beberapa sistem komputer yang dihubungkan dengan jaringan komunikasi, seperti sambungan kabel langsung, telepon, satelit, gelombang radio, yang dirancang secara terpadu sehingga memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara bersama seperti pertukaran data atau bagi-pakai perangkat lunak, perangkat keras, dan kekuatan pemrosesan.
Untuk menjadikan sebuah jaringan komputer menjadi sebuah jaringan komputer yang tangguh tentunya tidak hanya didukung oleh perangkat keras yang berteknologi tinggi saja, akan tetapi juga perlu didukung dengan penggunaan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan. Kombinasi dari penggunaan perangkat keras yang tangguh yang dipadu dengan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan serta berdayaguna tentu saja akan membuat sebuah jaringan komputer yang dipakai menjadi lebih berdayaguna dan menjadi lebih bermanfaat bagi pemakai jaringan tersebut.
Manfaat Jaringan Komputer:
1. Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.
2. Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atau lebih komputer yang terkoneksi ke jaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.
3. Menghemat uang. Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetap, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi.
Salah satu hal yang menjadi pokok perhatian dalam sebuah jaringan adalah sistem keamanannya. Seringkali sebuah komputer walaupun telah dilengkapi dengan user password tetap saja bobol keamanannya. Hal ini dapat terjadi karena seringkali pengguna komputer tersebut tanpa sengaja memberikan user password yang dimilikinya kepada orang lain. Atau bahkan pada beberapa kasus, pengguna tersebut menuliskan user password komputer tersebut di sebuah kertas dan menempelkan kertas tersebut di monitor ataupun meja komputer dengan alasan agar tidak lupa. Penggunaan user password bukan oleh pemiliknya dapat terjadi karena untuk mendapatkan sebuah user password tidaklah sesulit yang dibayangkan. Cukup mendownload dari internet sebuah tool yang berfungsi untuk mencuri user password atau bahkan menghapus user password dan komputer dapat digunakan tanpa masalah. Maka dari itu diperlukan sebuah pengawasan pada komputer yang memiliki sebuah peranan vital seperti misalnya pada sebuah database server.
Sebuah sistem pengawasan yang dapat dilakukan oleh seorang administrator adalah dengan melihat apakah orang yang menggunakan komputer tersebut adalah benar-benar orang yang berhak atau tidak. Hal ini tentu sulit dilakukan dengan cara manual jika terdapat beberapa komputer yang harus diawasi dan komputer tersebut terletak di ruangan-ruangan yang berbeda. Hal ini tentu menjadi lebih mudah dilakukan jika terdapat sebuah aplikasi pengawasan yang dapat digunakan dengan mudah serta berdayaguna.
Keuntungan utama yang langsung terasa dari network sharing itu adalah, Internet yang mendunia, karena pada hakikatnya Internet itu sendiri adalah serangkaian komputer (ribuan bahkan jutaan komputer) yang saling terhubung satu sama lain. Berevelusi dan berkembang dari waktu ke waktu, sehingga membentuk satu jaringan kompleks seperti yang kita rasakan sekarang ini.
Keuntungan lain dilihat dari sisi internal network adalah:

1. Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.
2. Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau di copy ke dua, tiga atu lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.
3. Menghemat uang, Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetap, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi.
4. Hardware sharing, Bagi pakai hardware secara bersama-sama. Dengan adanya fasilitas jaringan kemudian menggunakan alat yang bernama printer server. maka sebuah printer laser berwarna yang mahal sekali harganya dapat dipakai secara bersama-sama oleh 10 orang pegawai. Begitu pula halnya dengan scanner, Plotter, dan alat-alat lainnya.
5. Keamanan dan pengaturan data, komputer dalam sebuah lingkungan bisnis, dengan adanya jaringan tersebut memungkinkan seorang administrator untuk mengorganisasi data-data kantor yang paling penting. Dari pada setiap departemen menjadi terpisah-pisah dan data-datanya tercecer dimana-mana. Data penting tersebut dapat di manage dalam sebuah server back end untuk kemudian di replikasi atau di-backup sesuai kebijakan perusahaan. Begitu pula seorang admin akan dapat mengontrol data-data penting tersebut agar dapat diakses atau di edit oleh orang-orang yang berhak saja.
6. Ke-stabilan dan Peningkatan performa komputasi, Dalam kondisi tertentu, sebuah jaringan dapat digunakan untuk meningkatkan performa keseluruhan dari aplikasi bisnis, dengan cara penugasan komputasi yang didistribusikan kepada beberapa komputer yang ada dalam jaringan.

B. KONFIGURASI JARINGAN
Konfigurasi jaringan hanya akan ditemui jika sistem mendeteksi adanya kartu jaringan pada komputer Anda. Anda bisa mengaturnya sesuai dengan konfigurasi jaringan yang Anda miliki. Biasanya sistem akan secara otomatis mendeteksi device jaringan yang ada. Banyak jaringan yang mempunyai layanan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yang secara otomatis mendukung sistem yang terhubung dengan data konfigurasi. Sehingga akan mengaktifkan semua antarmuka jaringan pada komputer Anda dan mengaturnya untuk menggunakan DHCP.

1. Protokol Komunikasi Jaringan
Protokol adalah serangkaian aturan yang mengatur operasi unit-unit fungsional agar komunikasi dapat terlaksana.
Keperluan akan komunikasi antar komputer membutuhkan suatu skema/aturan komunikasi (protokol) dan implementasinya dalam hardware dan software.
Faktor - faktor diperhatikan dalam protokol antara lain:
• Syntax, merupakan format data atau cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekan sinyal atau tegangan.
• Semantic, digunakan untuk mengetahui maksud dan mengoreksi informasi yang dikirim.
• Timing, merupakan pewaktuan yang digunakan unttuk mengetahui kecepatan transmisi data
Adapun fungsi protokol yaitu:
a. Fragmentasi dan reasembli, yaitu membagi berita dalam bentuk paket – paket pada saat komputer mengirim data dan menggabungkan kembali setelah paket – paket tersebut diterima oleh penerima.
b. Encapsulation, yaitu melengkapi paket dengan alamat dan kode koresi.
c. Conection control, yaitu membangun hubungan komunikasi antara pengirim dengan penerima.
d. Flow control, berfungsi untuk mengontrol perjalanan data.
e. Error control, berfungsi untuk mengontrol jika terjadi kesalahan dalam komunikasi data.
f. Transmition service, berfungsi untuk memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan perlindungan data.
Dalam sistem UNIX, disediakan cara untuk berkomunikasi dengan jaringan: socket. Secara umum, socket adalah cara berkomunikasi dengan program lain menggunakan deskriptor file Unix. Dalam Unix, setiap objek dipandang sebagai file dan akses ke objek tersebut menggunakan deskriptor file: suatu nilai intejer yang diasosiasikan dengan suatu file yang dibuka. Socket yang akan dibahas di sini adalah socket internet (DARPA). Socket internet lebih lanjut dibagi lagi dalam dua jenis: stream sockets dan datagram (connectionless) sockets.
Keduanya didefinisikan dalam protokol standard yang dibuat oleh DARPA: TCP/IP. Saat ini TCP/IP adalah standard defacto yang digunakan oleh banyak jaringan komputer di dunia.
Dari cara pengalamatan (alamat IP), asosiasi socket dengan port, pembukaan koneksi, pertukaran paket, hingga pemutusan koneksi akan dibahas di sini. Semuanya akan menggunakan bahasa C dan raw socket library Linux.


2. Konfigurasi Nomor TCP/IP Komputer
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan seperangkan protocol yang dikembangkan untuk memungkinkanya sebuah komputer dapat berbagi sumberdaya baik Hardware maupu Software. Konfigurasinya sangat familiar pada system operasi Windows dan Mac.
Sebuah PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan PC yang menggunakan sistem komunikasi UNIX atau Macintosh. Untuk dapat berkomunikasi, sebuah jaringan komputer membutuhkan sebuah sarana yang menjadi jembatan antara komputer sehingga dapat saling berbicara dan mendengarkan. Sarana tersebut haruslah memiliki kemampuan untuk digunakan pada berbagai macam platform komputer. Dengan demikan, semua komputer dapat saling terhubungkan tanpa perlu menyesuaikan dirinya terhadap komputer yang lain. Dari sini kemudian muncul ide untuk membuat protokol komunikasi yang menjadi jembatan komunikasi di dalam jaringan, yang sekarang dikenal sebagai protokol TCP/IP. Protokol TCP/IP terdiri atas dua buah protokol komunikasi utama, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP). Kedua protokol ini bertanggung jawab terhadap komunikasi data antar komputer pada jaringan yang menggunakannya.
TCP/IP protocol suite terdiri dari 4 layers: Aplikasi, Transport, Internetwork, dan network interface. Layer tersebut dapat dilihat sebagai hirarki seperti di bawah ini :
1. Layer Aplikasi adalah sebuah aplikasi yang mengirimkan data ke transport layer. Misalnya FTP, email programs dan web browsers.
2. Layer Transport bertanggung jawab untuk komunikasi antara aplikasi. Layer ini mengatur aluran informasi dan mungkin menyediakan pemeriksaan error. Data dibagi kedalam beberapa paket yang dikirim ke internet layer dengan sebuah header. Header mengandung alamat tujuan, alamat sumber dan checksum. Checksum diperiksa oleh mesin penerima untuk melihat apakah paket tersebut ada yang hilang pada rute.
3. Layer Internetwork bertanggung jawab untuk komunikasi antara mesin. Layer ini meg-engcapsul paket dari transport layer ke dalam IP datagrams dan menggunakan algoritma routing untuk menentukan kemana datagaram harus dikirim. Masuknya datagram diproses dan diperiksa kesahannya sebelum melewatinya pada Transport layer.
4. Layer networks interface adalah level yang paling bawah dari susunan TCP/IP. Layer ini adalah device driver yang memungkinkan datagaram IP dikirim ke atau dari pisikal network. Jaringan dapaat berupa sebuah kabel, Ethernet, frame relay, Token ring, ISDN, ATM jaringan, radio, satelit atau alat lain yang dapat mentransfer data dari sistem ke sistem. Layer network interface adalah abstraksi yang memudahkan komunikasi antara multitude arsitektur network.

Prosedur untuk menginstal dan mengkonfigurasi TCP/IP Microsoft Windows Server 2003 adalah sebagai berikut:
1. Menginstal Protocol TCP/IP
Menginstal TCP/IP pada Local Area Network Connection in Network and Dial-Up Connections. Anda harus me-logon sebagai seorang administrator atau seorang anggota dari Administrator group agar mampu menyelesaikan latihan ini. Untuk menginstal TCP/IP pada koneksi jaringan area lokal.
o Klik Start
o Klik Programs
o Klik Connect To
o Klik Show All Connections. Muncul kotak dialog Network And Dial-Up Connections
o Klik kanan Local Area Connection
o Klik Properties. Muncul kotak dialog Local Area Connection Properties
o Klik Install. Muncul kotak dialog Select Network Component Type
o Klik Protocol
o Klik Add. Muncul kotak dialog Select Network Protocol
o Klik Internet Protocol (TCP/IP) seperti dijelaskan pada Gambar 1.
o Klik OK. Protocol TCP/IP diinstal dan ditambahkan ke daftar Components di kotak dialog Local Area Connection Properties
o Klik Yes apabila akan me-restart komputer Anda.
o Klik Close untuk menutupnya.

Gambar 1. Memilih untuk menambah komponen Internet Protocol (TCP/IP).


2. Mengkonfigurasi TCP/IP
Skema pengalamatan jaringan TCP/IP Anda dapat mencantumkan alamat pribadi atau alamat umum. Anda dapat memakai alamat pribadi atau alamat umum bila jaringan Anda tidak dihubungkan ke Internet. Namun demikian, Anda kemungkinan besar akan mengim-plementasikan beberapa alamat IP umum untuk dukungan inter-konektivitas Internet. Hal ini karena device-device yang dihubungkan secara langsung ke Internet memerlukan suatu alamat IP umum. InterNIC memberikan alamat-alamat umum ke Internet Service Provider (ISP). ISP, pada gilirannya, memberikan alamat IP ke organisasi ketika konektivitas jaringan dibeli. Alamat IP yang diberikan melalui cara ini dijamin bersifat unik dan sudah diprogram ke router Internet agar lalu lintasnya mampu menjangkau host tujuan.
Selanjutnya, Anda dapat mengimplementasikan suatu skema peng-alamatan pribadi untuk melindungi alamat-alamat internal Anda dari sisa Internet dengan mengonfigurasi alamat-alamat pribadi pada semua komputer di jaringan (atau intranet) pribadi Anda. Alamat-alamat pribadi tidak dapat dijangkau di Internet karena alamat tersebut terpisah dari alamat-alamat umum dan alamat tersebut tidak tumpang tindih.
Anda dapat memberikan alamat IP di Windows 2003 secara dinamis dengan memakai Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dan Anda dapat mengalamatkan pemberian itu dengan memakai Automatic Private IP Addressing. Anda dapat juga mengonfigurasi TCP/IP secara manual. Anda mengonfigurasi TCP/IP pada sebuah komputer yang didasarkan pada fungsinya. Misalnya, server pada suatu hubungan server/client di dalam suatu organisasi mesti diberikan suatu alamat IP secara manual. Namun demikian, Anda dapat mengonfigurasi TCP/IP secara dinamis melalui server DHCP untuk mayoritas client di sebuah jaringan.

3. Konfigurasi Dinamis
Komputer-komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 2003 akan berusaha untuk memperoleh konfigurasi TCP/IP dari sebuah server DHCP pada jaringan Anda berdasarkan default seperti diuraikan pada Gambar 2. Jika suatu konfigurasi TCP/IP statis baru saja diimplementasikan pada sebuah komputer, maka Anda dapat mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis. Untuk mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis:
o Klik Start
o Klik Programs
o Klik Connect To
o Klik Show All Connections
o Klik kanan Local Area Connection
o Klik Properties
o Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
o Klik Properties. Untuk tipe-tipe koneksi yang lain, klik tab Networking
o Klik Obtain An IP Address Automatically
o Klik OK

Gambar 2. Mengonfigurasi komputer untuk memperoleh setting TCP/IP secara otomatis.

4. Konfigurasi Manual
Beberapa server, misalnya DHCP, DNS, dan WINS, harus diberikan suatu alamat IP secara manual. Bila Anda tidak mempunyai sebuah server DHCP pada jaringan Anda, maka Anda harus mengkonfigurasi komputer-komputer TCP/IP secara manual agar bisa memakai suatu alamat IP statis.
Untuk mengonfigurasi sebuah komputer TCP/IP agar memakai pengalamatan statis:
o Klik Start
o Klik Programs
o Klik Connect To
o Klik Show All Network Connections
o Klik kanan Local Area Connection
o Klik Properties
o Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
o Klik Properties
o Pilihlah Use the Following IP Address
o Anda kemudian harus mengetik alamat IP, subnet mask, dan default gateway. Kalau jaringan Anda mempunyai sebuah server DNS, maka Anda dapat mengatur komputer Anda agar memakai DNS.
o Untuk mengatur komputer Anda agar memakai DNS
o Pilihlah Use The Following DNS Server Addresses
o Di dalam Preferred DNS Server and Alternate DNS Server, ketiklah alamat-alamat server DNS primer dan sekunder seperti ditampilkan Gambar 3. berikut ini



Gambar 3. Mengonfigurasi setting TCP/IP secara manual pada komputer.

Mengonfigurasi juga alamat-alamat IP tambahan dan default gateway dengan melaksanakan prosedur di bawah ini.
Untuk mengkonfigurasi alamat-alamat IP tambahan dan default gateway:
o Di dalam kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties, klik Advanced
o Pada tab IP Settings di dalam IP Addresses, klik Add
o Di dalam IP Address And Subnet Mask, ketiklah suatu alamat IP dan subnet mask, lalu klik Add
o Ulangi langkah 2 dan langkah 3 untuk setiap alamat IP yang ingin Anda tambahkan, lalu klik OK
o Pada tab IP Settings di dalam Default Gateway, klik Add
o Di dalam Gateway And Metric, ketiklah alamat IP dari default gateway dan metrik, lalu klik Add. Anda pun dapat mengetik sebuah angka metrik di dalam Interface Metric untuk mengonfigurasi metrik yang lazim bagi koneksi ini
o Ulangi langkah-langkah 5 dan 6 untuk setiap alamat IP yang akan Anda tambahkan, lalu klik OK.
C. KONFIGURASI SOFTWARE APLIKASI UNTUK JARINGAN
1. Instalasi dan Uninstalasi Software
Untuk menginstall suatu paket, dapat menggunakan perintah rpm, jika paket tersebut dalam bentuk file rpm, atau juga dapat juga melalui kode sumber secara langsung.
Perintah rpm dapat digunakan untuk:
o Meng-install software baru.
o Menghapus atau menghilangkan paket yang kadaluarsa atau tidak dibutuhkan.
o Meng-upgrade paket software yang sudah terinstall.
o Meminta informasi suatu paket software.
o Verifikasi instalasi atau integritas suatu paket software.
Format perintah rpm adalah sebagai berikut:
# rpm opsi namapaket
Pilihan/opsi dasar sebagai berikut:
o -i Install paket yang dipilih (bisa lebih dari satu)
o -e Menghapus (menghilangkan) paket yang dipilih (bisa lebih dari satu)
o -U Menghapus paket yang sekarang di-install kemudian menginstall software dengan isi paket terpilih dengan meninggalkan file konfigurasi yang ada (update)
o -q Query sistem atau paket terpilih (menampilkan informasi tertentu)
o -V verifikasi paket ter-install

Beberapa opsi lain dapat ditambahkan atau digunakan bersama opsi tersebut:



2. Konfigurasi Printer Jaringan
Untuk mengkonfigurasi printer, Anda harus mempunyai akses root. Pilih menu System > Administrator > Printing atau ketik perintah system-configprinter & dari terminal X windows. Untuk memulai konfigurasi printer, pilih menu New, yang akan memunculkan jendela seperti pada gambar 1. Tekan tombol Forward maka akan muncul jendela yang meminta masukan nama antrian printer.
Isi nama dan penjelasan singkatnya (misal: nama lp, deskripsi: printer lokal), lalu tekan tombol Forward. Pilih tipe antrian printer dari menu (Local, CUPS (Common UNIX Printing System), lpd daemon, SMB (Session Message Block), NCP (Netware Core Protocol) dan JetDirect). Untuk konfigurasi printer yang tersambung langsung dengan komputer Anda, pilih tipe locally-connected, pilih device printer-nya (misalnya /dev/lp0), lalu tekan Forward (lihat gambar 2)

Gambar 1. Awal Konfigurasi Printer

Gambar 2. Pemilihan Tipe Antrian Printer

Kemudian akan muncul dialog pemilihan tipe printer. Pilih produsen printer yang sesuai dengan tipe yang Anda punyai atau kalau tidak ada, pilih tipe general. (Gambar 3). Setelah itu pilih tipe printer yang sesuai. (Gambar 4).

Gambar 3. Pemilihan Tipe Produsen Printer

Gambar 4. Pemilihan Tipe Printer

Setelah selesai, tekan Forward untuk menyelesaikan konfigurasi printer. Muncul jendela seperti gambar 5.

Gambar 5. Konfigurasi Printer Selesai

D. PENGECEKAN KONEKSI JARINGAN KOMPUTER
2. Pelacakan Hubungan Antar Komputer (Menggunakan Perintah Ping)
• Mengetes Koneksi dengan Perintah PING
PING (Packet Internet or Intra-Network Groper) merupakan program dasar untuk mengetes koneksi jaringan dengan menggunakan basis pengalamatan IP address. Cara kerja perintah PING ini, setelah kita mengetikan perintah ping maka komputer kita akan mengirimkan paket Internet Protcol (IP) khusus yang disebut dengan Internet Control Message Protocol (ICMP) echo request datagram maksudnya komputer akan mengirimkan sebuah paket data ke komputer target. Paket data itu harus dijawab oleh komputer target dengan laporan berapa lama paket yang dikirm dari komputer kita ke komputer target itu tiba. Ada beberapa format perintah Ping dengan fungsi yang berbeda:
1. Ping 127.0.0.1 atau Ping localhost ini merupakan perintah ping yang digunakan untuk memeriksa apakah konfigurasi TCP/IP pada komputer kita sudah benar apa belum.
2. Ping IP address atau IP komputer lain, digunakan untuk mengetes koneksi komputer kita dengan komputer lain dalam jaringan lokal.
3. Ping IP Gateway merupakan perintah ping yang digunakan untuk mengetes koneksi komputer kita dengan jaringan local.
4. Ping remote destinantion IP address digunakan untuk mengetest koneksi komputer kita dengan komputer lain di jaringan internet.
• Kegunaan PING antara lain adalah sbb:
a. Mengetahui status up/down komputer dalam jaringan.
Kita dapat mengecek apakah sebuah komputer up/down menggunakan perintah PING, jika komputer tersebut memberikan response terhadap perintah PING yang kita berikan maka dikatakan bahwa komputer tersebut up atau hidup.
b. Memonitor availability status komputer dalam jaringan
PING dapat digunakan sebagai tool monitoring availibilitas komputer dalam jaringan yang merupakan salah satu indikator kualitas jaringan yaitu dengan melakukan PING secara periodik pada komputer yang dituju. Semakin kecil downtime, semakin bagus kualitas jaringan tersebut.
c. Mengetahui responsifitas komunikasi sebuah jaringan.
Besarnya nilai delay atau latency yang dilaporkan oleh PING menjadi indikasi seberapa responsif komunikasi terjadi dengan komputer yang dituju. Semakin besar nilai delay menunjukkan semakin lamban respons yang diberikan. Sehingga nilai delay ini juga bisa digunakan sebagai indikator kualitas jaringan.
• Mengetes Koneksi dengan Perintah “Tracert”
Pada dasarnya perintah tracert ini cara kerjanya sama seperti perintah Ping. Namun pada perintah tracert ini metode ping dilakukan dari satu peralatan ke peralatan yang lain yang menghubungkan satu jalur koneksi. Maksudnya adalah perintah tracert ini akan mengecek satu-persatu peralatan dalam satu koneksi.
Misalnya Ada Komputer A yang terhubung ke komputer D melalui router B dan router C. Ketika komputer A melakukan perintah tracert maka yang akan dilakukan adalah yang pertama A akan mengecek koneksi dari A ke router B, kemudian mngecek dari router B ke router C setelah itu dari C mngecek ke router D.
Dengan metode ini kita bisa melihat koneksi dari tiap peralatan sehingga bila suatu terjadi gangguan kita bisa dengan mudah menganalisa pada peralatan atau jalur mana yang bermasalah.

2. Identifikasi Kerusakan Pada Kabel Jaringan
Untuk mengidentifikasi kerusakan pada kabel jaringan dapat digunakan Network Cable Tester. Network Cable Tester adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengetes kabel network RJ 11 dan RJ 45 apakah semua jalur tersambung dengan benar. LED akan menyala apabila kabel yang tersambung dengan benar. Alat ini berguna bagi teknisi komputer atau ahli jaringan.

3. Mengidentifikasi Kesalahan IRQ/Address Card Jaringan
IRQ (interrupt request) adalah sinyal dari sebuah hardware (seperti sound card atau keyboard) yang mengindikasikan bahwa hardware tersebut membutuhkan CPU untuk melakukan sesuatu tugas. Sinyal IRQ berjalan dari IRQ ke line ke pengendali interrupt (interrupt controller) yang mengatur prioritas kepada IRQ yang masuk dan mengirimkannya kepada CPU. Karena pengendali interrupt hanya membutuhkan sinyal dari satu piranti untuk setiap IRQ line, maka jika terdapat piranti yang mengirim sinyal IRQ pada line yang sama, akan terjadi konflik IRQ yang dapat mengakibatkan komputer/sistem macet. Karena itu pemilihan IRQ pada pemasangan hardware baru menjadi penting dan harus diperhatikan.

4. Mengidentifikasi Kendala Perangkat Card Jaringan
• Mencegah Koneksi dari Komputer yang Tidak Diizinkan
Setiap card jaringan mempunyai pengenal yang unik di dalamnya. Nomor ini disebut MAC address. Kebanyakan access point memperbolehkan Anda membatasi koneksi ke komputer dengan menggunakan MAC address yang dikenal. Jika Anda secara manual memasukkan MAC address setiap komputer yang diperbolehkan untuk terhubung ke jaringan wireless, maka akan lebih sulit bagi seseorang untuk menyusup ke jaringan Anda.

Oleh : shollahudin al ayubi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar